Membuat Animasi Flash, Cara Buat Animasi Flash, Animasi Dengan Flash, Membuat Animasi, Cara Membuat Animasi Flash

ANIMASI FLASH

ANIMASI FLASH | PENGETAHUAN DASAR

Macromedia Flash dan juga kelanjutannya, Adobe Flash, merupakan tools yang umum digunakan untuk melakukan animasi flash terhadap suatu bentukan yang  akan dianimasikan.  Meskipun animasi flash hanya pada  2 dimensi tetapi kesan gerakan 3 dimensi dapat dilakukan.  Seperti halnya lukisan dan foto yang bersifat 2 dimensi tapi dapat menampilkan kesan 3 dimensi.

Penggunaan memori yang relatif sangat kecil merupakan keunggulan bagi animasi flash dengan menggunakan maromedia flash.  Keunggulan ini mempermudah hasil animasi flash untuk di publikasikan melalui web,  karena dengan memori yang relatif kecil tersebut, animasi flash akan cepat diakses oleh pengguna.

Sebelum mempelajari animasi flash kita perlu mengetahui pengertian-pengertian dasar sehubungan dengan animasi flash.

Bentukan pada mana animasi flash akan diberlakukan dapat berupa image, shape, teks, group, atau symbol.  Image merupakan bentukan dengan berbagai ekstensi (.jpg, .png, .gif, dan lain-lain) yang  penyediaanya dilakukan melalui proses import file baik langsung ke bidang gambar (stage) ataupun ke  LibraryShape adalah bentukan yang digambarkan langsung melalui tool-tool yang tersedia pada panel ToolsTeks adalah tulisan atau gabungan huruf-huruf yang dibuat dengan menggunakan Text ToolsGroup merupakan gabungan dari beberapa bentukan.  Symbol adalah gabungan bentukan di atas yang kemudian diberi sifat symbol dengan menggunakan menu Change to Symbol (Modify – Change to Symbols).  Ada tiga sifat yang dapat diberikan dalam hal ini, yaitu Movie Clip, Button dan Graphic.

Animasi flash pada dasarnya merupakan perubahan dari keadaan awal ke keadaan akhir dari suatu bentukan yang berlangsung secara kontinyu atau diskrit. Misalnya, pergerakan bola mulai dari kaki pemain yang mengoper bola ke penerima bola.  Keadaan awalnya, bola berada di kaki pengoper bola dan keadaan akhirnya bola berada kaki penerima bola.  Pada perubahan yang kontinyu, bola akan bergerak sepanjang suatu lintasan dari kaki pengoper hingga kaki penerima bola.  Pada perubahan diskrit, bola pada keadaan awal langsung berubah ke keadaan akhir tanpa ada pergerakan melalui suatu lintasan diantara keduanya.

Pada animasi flash, perubahan yang kontinyu dilakukan melalui teknik yang diistilahkan dengan tweening sedangkan perubahan diskrit dilakukan dengan teknik frame by frame.  Jika keadaan awal tidak terlalu berbeda jauh dengan keadaan akhir, perubahan diskrit akan terkesan sebagai perubahan kontinyu.  Akan tetapi teknik frame by frame, dalam hal ini, akan menggunakan lebih banyak memory dibanding teknik tweening.

Layer pada animasi flash adalah lembaran-lembaran transparansi pada mana kita meletakkan bentukan yang akan dianimasikan.  Bayangkan beberapa lembaran plastik transparan dengan ukuran bidang yang sama dimana pada setiap lembaran kita menggambarkan bagian-bagian yang berbeda dari dari suatu lukisan pemandangan.  Satu lembaran berisi gambar langit, lembaran lain berisi gambar awan, lembaran lainnya lagi berisi gambar gunung, dan seterusnya.  Jika lembaran-lembaran itu ditumpang-tindihkan secara rapi maka akan terlihat bentuk lukisan itu secara keseluruhan, tapi tentu saja bagian masif dari bentukan yang berada pada lapisan teratas akan menutupi bentukan yang berada pada lapisan di bawahnya.  Layering memungkinkan kita mudah melakukan perubahan yang berbeda pada bentukan yang berbeda pada selang waktu bersamaan.

Layer animasi flash tersusun dari sejumlah frame.  Bentukan yang dianimasikan berada pada frame yang ditetapkan sebagai keyframe.  Tetapi jika sudah tidak mengandung suatu bentukan apapun maka “keyframe” tersebut menjadi blank key frame.  Jika tweening diterapkan pada frame-frame diantara keyframe pertama dan keyframe berikunya maka akan terlihat perubahan yang kontinyu dari keadaan awal pada frame pertama ke keadaan akhir pada frame berikutnya.  Jika tweening tidak diterapkan, frame-frame diantara 2 keyframe tersebut akan menampilkan bentukan tepat seperti pada keyframe yang pertama dan langsung berubah ke bentukan pada keyframe berikutnya saat keyframe tersebut dijumpai dalam progres animasi flash-nya atau saat timeline slider diseret hingga menjumpai keyframe kedua.  Jangan tertipu, frame-frame diantara kedua keyframe tersebut hanya menampilkan saja, tetapi bentukan-nya secara fisik tidak ada

Tweening merupakan hal sangat penting dalam animasi flash.  Dengan tweening kita dapat melakukan kesan pergerakan translasi, pergerakan rotasi, perubahan bentuk, ataupun perubahan warna.

Tentang Blog Ini

One comment

  1. Kyong says:

    Thank you for the auspicious writeup. It if truth be told was once a leisure account it. Glance complex to more brought agreeable from you! By the way, how can we keep in touch?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *